because life is colorful as yours and mine

.

Makan berjalan aka Lunch Walk

Dua hari lalu akhirnya aku meng'iya'kan ajakan teman seruanganku untuk makan siang di park.

Sudah satu bulan lebih aku bergelut dengan tesis di salah satu institusi nasional public health and environment di Belanda, sudah satu bulan juga aku menolak ajakan teman seruangan untuk makan siang di taman. macam-macam alasan, dari puasa, hujan, dingin, sampe angin kencang. Hihihi...mereka tau aja kalau aku membuat-buat alasan. "tami, ada aja alasan ya! kenapa nggak bilang nggak mau aja siih? kemarin katanya hujan, kemarinnya lagi dingin, sekarang berangin..padahal tu..langitnya cerah kayak gitu''

Eh tapi beneran, daripada makan diluar kedinginan dengan suhu 12 derajat mending beranget-anget di ruangan deh..sunny? duh langit di Belanda sering menipu. gak percaya sama matahari ;-p gak jarang langitnya cerah ceria suhunya dibawah 15 derajat .

Hari itu, Sejak semalam sebelumnya sudah kuniatkan  untuk mengiyakan  ajakan mereka. Ya selain perasaan gak enak selalu nolak, kupikir-pikir lumayan juga menghirup udara segar sambil  sambil duduk-duduk nikmatin makan siang.
 *
Typical taman di Belanda @by NU Dewi (1), D. Wulansari (2)

Seperti biasa jam 12 siang.
Kami selalu saling menanyakan hal apa yang akan kami lakukan di waktu makan siang. Bisa  ke kantin, ke taman atau netap di ruangan. Sambil senyam senyum salah satu teman langsung bertanya padaku " so tami, will you join us to park? "  langsung saja kusambar sambil sedikit memekik " YES" kataku.
Hahahhahaha....sontak temenku kaget, gak nyangka kalo aku bakal ikut makan di taman siang itu.
Katanya, "wah, beneran? padahal ku pikir sebaliknya, ingin dengar apa komentarmu hari ini, dingin? angin? atau alasan lain" ixiixxiixixii kena deh!

Semangat sekali aku siang itu. Bertanya ke salah satu teman lain asal Irlandia, buru-buru dia menjawab " Nggak tam, aku mo makan sup ni, kan lucu dibawa ke taman"
Okelah pikirku, tapi kan asyik tu kalo makan sup  sambil duduk-duduk di taman celetukku dalam hati. Yah  biarlah,aku juga biasanya banyak alasan kok kalo diajak ke taman :-).

Biasanya, sebelum ke taman, mereka saling menunggu teman satu dan  lainnya di salah satu sudut ruangan di lantai 2. kebetulan saat ini ada 5 teman lain yang juga sedang melakukan penelitian atau internshipnya di departemen 'lantai 2' institusi ini, kalo gak salah departemen health preventive .
Sudah menjadi kebiasaan di departemen  ini untuk selalu berkumpul sebelum makan siang di taman. Ada bel penandanya pula, begitu info yang kuperoleh.
Di Belanda, sangat jarang memang individu yang makan di restoran ata kantin  tanpa teman. Biasanya selalu berpasangan atau ngegrup. Lucu juga sih mo makan siang aja pake nunggu orang satu departemen :-D
**


Di perjalanan, si teman mulai  bercerita, ngalor ngidul, dari kisah tentang sapi Belanda sampe market keju yang wajib aku kudatangi. Bagiku rasa penasaran tentang taman yang akan kukunjungi masih tetap lebih menarik saat itu. Sudah terbayang taman indah pluss telaga dengan si cantik angsa atau si bebek lucu yang dengan bebasnya berkeliaran. Ya, seperti taman-taman yang biasa ditemui di Belanda. Cantik dan asri apalagi dengan aksesoris guguran daun di autumn ini.

10 menit berjalan, wah jauh juga ya pikirku. Aku tetap asyik menerka-nerka dalam hati letak telaga kecil yang sering mereka ceritakan. Sementara rombongan di depanku terus saja berjalan cepat
15 menit,  Perutku dah mulai gak kompromi, makin teriak-teriak kelaparan. tetap saja, tak ada tanda-tanda taman tujuanku. Sejauh mata memandang hanya ada sapi, padang rumput dan genangan air. Ah, aku hanya bisa meremas-remas bungkusan roti yang sejak tadi dah memanggil-manggil.

30 menit...aaargh, ada apa ini? kenapa mereka terus jalan-jalan dan jalan....aku gak bertanya, ya bingung! Bertanya-tanya dalam hati sambil terus melayani sang kawan ngobrol.
Well.... temanku ini mulai mengambil 1 roti bekalnya, menggigit dan mulai bercerita lagi. "Yah, lunch walk sangat tergantung tempat. Kalau sini ada taman ini, kalau di kampus kita mungkin ada arboretrum. Tapi di tempat lain belum tentu loh kita bisa pergi ke taman kayak gini"

APAAAAAAA.....sontak aku kaget! Ini dia makan di taman yang mereka maksud. Makan SAMBIL JALAN!!
Tidak ada telaga, angsanya, bebek apalagi duduk sambil makan.

Baiklah, temen Irlandia punya alasan makan sup supaya gak ke taman, tentu saja aku masih punya 1001 alasan untuk tetap tinggal di kursi singgasanaku  :-) well let's see.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ala Dutch dengan judul Makan berjalan aka Lunch Walk. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://karenasayasuka.blogspot.com/2011/09/makan-berjalan-aka-lunch-walk.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Panggil aku Tami - 22 September 2011

Belum ada komentar untuk "Makan berjalan aka Lunch Walk"

Post a Comment